Selasa, 19 April 2011

Tradisi minum toak orang tuban

2 komentar
Tradisi minum tuak pada masyarakat Tuban, mempunyai cirri tersendiri dan bila dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Demikian juga dengan nilai budaya yang ada dalam tradisi tersebut. Perilaku guyub dan keyakinan akan keampuhan tuak dapat menyembuhkan berbagai penyakit, merupakan sekian alasan yang sering dilontarkan oleh masyarakat Tuban khususnya para peminum tuak.

Dari hal tersebut, tak heran bila tradisi ini tetap bertahan keberadaannya hingga sekarang. Banyaknya persepsi dan interprestasi mengenai keberadaan tradisi minum tuak pada masyarakat Tuban ini, melahirkan berbagai fenomena yang berkembang pada masyarakat Tuban itu sendiri. Untuk itu, dalam penelitian ini mengungkap tentang nilai budaya yang ada dalam tradisi minum tuak pada masyarakat Tuban, sebagai upaya pengembangan dalam pendidikan umum, selain itu dihapakan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah guna dijadikan salah satu alternative dalam penanggulangan dampak-dampak negative yang ditimbulkannya.

 Namun demikian, dampak positif dapat lebih dilestarikan demi kepentingan pembangunan. Supaya lebih terarah dalam penyampaian laporan penelitian ini, digunakan kerangka Klunchon sebagai acuannya. Kerangka Klunchon dalam mengkaji nilai budaya berorientasi pada Hakekat hidup manusia, hakekat karya manusia, hakekat waktu manusia, hakekat alam manusia, dan hakekat hubungan manusia sesamanya. Selanjutnya dalam penelitian ini, digunakan langkah-langkah prosedur penelitian naturalistic (kualitatif). Hal ini dipilih didasarkan atas analisis masalah, yang menuntut sejumlah informasi yang diharapkan pemunculannya dari bawah (bottom up), berdasarkan prinsip grounded research.

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa keberadaan tradisi minum tuak sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Tuban. Ada gejala walaupun mereka bukan peminum tuak dan sering mencelanya, tetapi bila berbicara dengan orang luar tuban (asing) mengenai keberadaan tradisi minum tuak, sikap bangga akan nampak pada diri orang itu, apalagi bagi peminum tuak itu sendiri. Sebagai suatu nilai budaya tradisi ini menurut pada peminum tuak memberikan kontribusi positif bagi hubungan kemasyarakatan di antara kelompok peminum tuak maupun pada masyarakat setempat.

Sikap guyub, setia kawan, tepa salira, toleransi, kekeluargaan, gotong royong merupakan sebagian nilai yang sudah mempribadi dalam kehidupan meka. Namun di balik itu mereka menyadari sifat boros, kurang percaya diri, minder dan kurang memperhatikan masa depan dirasakan mempunyai ati tersendiri dalam kehidupannya. Tingkat pendidikan yang rendah dan kurang memahami terhadap nilai-nilai ajaran agama, merupakan sebagian alasan terhadap perilaku yang kurang baik tersebut.

Akhir penelitian ini merekomendasikan tentang upaya pemecahan masalah dari tradisi minum tuak ini. Perlu adanya pemikiran yang mendalam bila akan di lokalisasi para peminum tuak ini, dari dampak yang akan ditimbulkan dari lokalisasi tersebut. Kemudian upaya pembudidayaan pohon siwalan menjadi lebih berdayaguna dan berhasil guna, yaitu dengan dibuat gula siwalan yang sangat enak rasanya. Demikian pula metode dialog antara berbagai pihak dengan para peminum tuak perlu digalakkan, agar upaya menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik dan sebagai hamba Tuhan yang taat dapat diwujudkannya.

Adapun mengenai pengembangan, pendidikan umum, perlu pemahaman yang mendalam bagi setiap peserta didik dalam memperlajari suatu nilai budaya. Peranan sekolah dan wadah-wadah yang ada di masyarakat sebagai pendidikan di luar sekolah seperti PKK, Karang Taruna, Kelompok penyajian (ceramah keagamaan), organisasi kemasyarakatan, peranan pemerintah dari tingkat RT sampai tingkat PEMDA dan tentunya melakukan dialog yang terbuka, hangat dan penuh kekeluargaan guna mengatasi problematika yang ada dalam tradisi minum tuak pada masyarakat Tuban tesendiri.

Selain metode dialog dan metode yang lainnya yang tepat dan dikemas secara profesional. Misalnya metode reflective inquiry dapat dijadikan salah satu metode yang tepat dalam pembelajaran, khususnya dalam mata kuliah program pendidikan umum.

2 komentar:

Vivi Yunita Aisyah mengatakan...

kak minta ijin ngopy,
hehe...
matur suwun,

kak imam mengatakan...

@vivi: iya silahkan..

Posting Komentar

 
Imam Mudji's blog © 2011 GONJOL WEB DESIGN. Supported by Gonjol's Themes ByKak Imam